Penyebab Keramik Rumah Menggelembung dan Cara Memperbaikinya

Keramik merupakan salah satu material pelapis lantai yang banyak digunakan karena tampilannya yang rapi dan mudah dibersihkan. Namun, dalam praktiknya, keramik bisa mengalami masalah seperti popping atau menggelembung. Salah satu penyebab umum dari kondisi ini adalah penggunaan perekat keramik yang tidak sesuai, baik dari segi jenis keramik yang digunakan maupun kondisi permukaan lantai. Ketidaksesuaian tersebut dapat membuat daya rekat berkurang sehingga keramik terlepas dari permukaan lantai.

Masalah ini tidak boleh dianggap sepele. Keramik yang menggelembung bukan hanya mengurangi nilai estetika ruangan, tetapi juga bisa membahayakan keselamatan penghuni rumah. Risiko kaki tersandung atau tergores saat berjalan di area tersebut menjadi ancaman nyata. Oleh karena itu, penting untuk memahami penyebab popping dan memilih perekat keramik yang tepat agar proses pemasangan lebih kuat dan tahan lama. Penanganan yang cepat dan sesuai akan membantu menjaga keamanan sekaligus memperindah tampilan ruangan.

Penyebab Keramik Menggelembung

Keramik yang tiba-tiba menggelembung atau terangkat dari lantai sering membuat pemilik rumah kaget. Peristiwa ini biasa disebut dengan popping, dan bisa terjadi secara mendadak tanpa tanda-tanda sebelumnya. Agar tidak bingung dan bisa mencegahnya, penting untuk mengetahui penyebab-penyebabnya.

Berikut beberapa hal yang sering menjadi penyebab keramik menggelembung:

  • Perekat yang tidak sesuai

Perekat keramik berfungsi untuk menempelkan keramik ke lantai. Jika jenis perekat tidak cocok dengan kondisi lantai atau keramik yang digunakan, daya rekat bisa berkurang dan menyebabkan keramik terangkat.

  • Air meresap ke bawah keramik

Air bisa masuk melalui celah nat yang sudah rusak atau retak. Jika dibiarkan, air yang meresap akan mengganggu ikatan antara keramik dan lantai, sehingga keramik bisa menggelembung.

  • Lantai pernah kebanjiran

Jika keramik pernah terendam air karena banjir, tanah di bawah keramik bisa turun atau menjadi lembek. Akibatnya, perekat tidak bekerja maksimal dan keramik mulai terlepas.

  • Pemasangan kurang rapi

Kesalahan saat memasang keramik, seperti tidak meratakan permukaan atau tidak memberikan jarak antar keramik, bisa menyebabkan tekanan saat pemuaian tidak tertahan. Akhirnya, keramik terdorong dan menggelembung.

  • Perubahan suhu

Suhu panas yang berlebihan bisa membuat keramik memuai. Jika tidak ada celah yang cukup antar keramik, tekanan ini bisa menyebabkan popping.

  • Adanya rongga di bawah keramik

Saat keramik tidak terpasang dengan rata, bisa muncul rongga di bawahnya. Rongga ini bisa terisi udara, dan ketika panas, udara tersebut memuai dan mendorong keramik ke atas.

  • Permukaan tanah tidak stabil

Tanah yang tidak padat atau terkena guncangan seperti gempa bisa berubah posisi. Jika ini terjadi, keramik bisa terangkat karena tidak lagi menempel dengan sempurna pada lantai.

Cara Memperbaiki Keramik yang Menggelembung

Jika keramik sudah terlanjur menggelembung, segera perbaiki agar tidak membahayakan penghuni rumah. Langkah yang bisa dilakukan adalah:

  • Bongkar keramik yang rusak menggunakan palu dengan hati-hati.
  • Ratakan kembali permukaan lantai.
  • Gunakan perekat keramik yang tepat dan sesuai jenis keramik.
  • Sisakan sedikit jarak antar keramik untuk ruang pemuaian.
  • Lindungi celah nat dengan sealant agar air tidak mudah masuk.

Memahami penyebab dan cara mengatasi keramik menggelembung sangat penting, baik bagi tukang maupun pemilik rumah. Dengan teknik yang benar dan bahan yang sesuai, lantai rumah bisa tetap aman dan tampak rapi dalam jangka panjang.

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *