3 Teknik Penyambungan Yang Digunakan Untuk Instalasi Pipa HDPE

Menggunakan bahan utama high density polyethylene, pipa HDPE adalah salah satu jenis pipa berbahan plastik yang umum dipakai untuk macam-macam produk. Pipa yang dikembangkan dari  polyethylene ini menawarkan sejumlah kelebihan. Misalnya tak mengontaminasi air, sehingga cocok dipakai sebagai bahan keran air seperti yang dijelaskan dalam https://vinilon.com/news_events/tips-membeli-keran-air-untuk-wastafel/.

Keunggulan dan manfaat yang ditawarkan pipa HDPE pun tak terlepas dari cara menyambungnya. Setidaknya ada tiga teknik yang dipakai, antara lain:

1. Electro fusion

Electro fusion umumnya dipakai pada pipa berdiameter 20-40 mm. Pemakaian energi listrik pada penerapannya akan dikonversi menjadi panas yang melelehkan bagian dalam dan luar pipa sekaligus membuatnya bersenyawa. Anda juga biasanya harus memakai mesin electro fusion yang akan mengalirkan tenaga listrik dengan penyambungan dimulai dari ujung pipa.

Pada tahap selanjutnya, ujung-ujung pipa akan dipasangkan ke electro fitting serta hubungan elektroda. Persenyawaan sambungan pun akan berubah jadi kuning saat Anda menghidupkan mesin. Di tahap akhir, pipa HDPE yang tersambung akan didinginkan berdasarkan waktu yang tercantum pada alat yang digunakan.

2. Butt fusion

Kemudian ada butt fusion yang bisa Anda aplikasikan pada pipa berdiameter 63 mm. Teknik ini dipakai untuk menyambungkan dua pipa HDPE dengan tinggi yang sama. Caranya adalah dengan pelelehan lewat karakter termoplastik. Proses tersebut lantas akan melelehkan pipa untuk kemudian mengeras saat memasuki tahap pendinginan.

Adapun alat yang dipakai adalah welding machine. Pada prosesnya, ujung pipa disambungkan memakai mesin dan dikencangkan dengan penjepit untuk kemudian diratakan. Mesin pemanas akan dipasang diujung pipa untuk penyambungan. Salah satu kelebihan dari butt fusion adalah rendahnya tingkat kebocoran yang akan memperpanjang usia pipa.

3. Mechanical joint

Terakhir ada mechanical joint, yakni penyambungan yang ditujukan untuk pipa HDPE berdiameter 20-63 mm. Dibandingkan teknik-teknik sebelumnya, metode ini lebih sederhana. Selain itu, tak ada proses pemanasan yang diperlukan pada tahapnya. Di sisi lain, Anda pun harus mengikuti setiap langkahnya dengan benar untuk mencegah kesalahan fatal.

Penyambungan pada mechanical joint dilakukan dengan compression joint, aksesori yang telah dilengkapi bagian-bagian untuk mengunci pipa hingga menegah saluran keluar jalur. Aksesori ini sangat direkomendasikan pada pipa HDPE untuk menekan risiko retak. Compression joint juga tahan panas, sehingga cocok untuk penyambungan pipa di negara tropis seperti Indonesia.

Menilai dari penjelasannya, ketiga teknik penyambungan di atas memerlukan keahlian profesional dalam penerapannya. Namun, Anda sebagai konsumen juga perlu mengetahui dasar tekniknya agar dapat memahami alur kerja teknisi di lapangan.

Bukan hanya itu, Anda dapat membantu teknisi menemukan material atau alat yang tepat untuk memperlancar penyambungan. Jadi, pipa HDPE bisa segera dipakai sesuai kebutuhan.

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *